Still Life Photography, Menghidupkan yang Mati

Foto: @christine.pus
Selamat membaca phonegrapher.

Sudah ada yang tahu apa itu still life photography? Tentu banyak dibahas di portal media online maupun media sosial. Nah pada pembahasan kali ini akan kita ulas still life photography.

Still life photography merupakan jenis  fotografi yang memanfaatkan benda-benda mati di sekitar kita. Still berarti diam, dan life berarti hidup. Menurut digital artist dan freelance photographer Silvia Sandiarini, still life adalah seni membuat benda mati menjadi hidup dan memiliki sebuah cerita. Seperti buku, smartphone, gelas, dan lain sebagainya.


Jenis foto ini juga sedang menjadi tren di kalangan fotografer generasi milenial. Still life tidak memakan waktu yang banyak, karena bisa kita praktikkan di rumah, kamar, atau tempat kerja. Tidak begitu rumit untuk dipraktikkan, kita hanya perlu mengandalkan kreativitas dan imajinasi.

Jika melihat sejarah, still life photography mulai berkembang sekitar abad ke-19. Sebelum diterapkan dalam fotografi, still life lebih dulu dipraktikkan oleh para pelukis abad ke-15. (kumparan).

Seiring berkembangnya tempat umum yang lebih artistik, still life photography sering diterapkan ketika mengambil gambar di restoran, tempat nongkrong, dan sejenisnya. Secara teori, hal itu dikatakan sebagai still life photography murni. Yakni bersifat bebas dan tidak kaku.


Lawan dari still life photography murni adalah still life photography umum. Yakni still life yang mengandalkan konsep-konsep tertentu seperti foto produk. Jika ingin menerapkan kedua jenis still life photography ini, phonegrapher perlu memperhatikan beberapa hal seperti pencahayaan, angle, dan komposisi.


Demikian pembahasan singkat mengenai still life photography, semoga bermanfaat.

Salam phonegraphy!

Admin

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.