Hati-hati Phising di Instagram


Pengguna media sosial (medsos) setiap harinya bertambah. Tidak hanya kalangan remaja, kini anak-anak dan orang dewasa pun mulai menggunakannya. Selain facebook dan twitter, salah satu medsos lainnya yang sering digunakan adalah instagram. Platform medsos yang didirikan oleh Kevin Systrom dan Mike Kringer ini sudah digunakan 56 juta orang di Indonesia, atau setara dengan 20,97% dari populasi masyarakat Indonesia.

Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Belum lagi jumlah pengguna di negara lainnya seperti Amerika Serikat sekitar 110 juta pengguna (33,44%), Brasil 66 juta pengguna (31,38%), India 64 juta pengguna (4,68%), dan beberapa negara yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

Pemanfaatan instagram sendiri bukan hanya sekadar untuk upload foto semata. Bagi mereka yang mampu melihat peluang, instagram bisa digunakan sebagai lahan digital yang sangat luas dan tidak terbatas. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh pengguna instagram dengan menjadikannya tempat berjualan (online shop), personal branding, dan berbagai aktivitas komersil lainnya.

Untuk bisa sampai ke tahap itu, pengguna instagram harus memiliki banyak pengikut (followers). Maka mereka berlomba-lomba menambah followers dengan membeli atau mempelajari algoritma instagram. Saat suatu akun sudah memiliki ribuan atau puluhan bahkan ratusan ribu followers, maka banyak tangan-tangan jahil yang ingin mengambil alih akun tersebut, atau dalam istilah lain disebut hacking.


Pengambil alihan akun instagram biasanya menggunakan teknik phising. Phising diserap dari kata 'fishing' artinya memancing. Phising sendiri bisa diartikan sebagai metode mengelabui/ memancing korban dengan tujuan bisa mengambil alih suatu akun. Hal ini sangat berbahaya, karena akun kita bisa saja disalahgunakan sekaligus kita kehilangan akun untuk selamanya. 

Ciri-ciri phising di instagram

Agar terhindar dari phising instagram, sebagai pengguna kita harus bisa memahami apa saja ciri-ciri phising. Sehingga kita tidak akan 'memakan umpan' yang hacker berikan.

Pertama, hacker biasanya mengirimkan pesan singkat melalui email/ whatsapp kepada target. Mereka mendapatkan kontak target dari profil instagram.

Kedua, isi pesan biasanya berupa pemberitahuan bahwa konten yang kita unggah melanggar hak cipta atau terkena copyright. Sehingga akun kita akan dihapus. Selain itu, isi pesan juga bisa berupa pemberitahuan bahwa akun instagram telah terverifikasi (mendapat centang biru), padahal ini hanya umpan semata.


Ketiga, kita akan diminta mengunjungi link yang ada pada pesan tersebut. Link ini dijadikan umpan lanjutan dari peringatan di poin kedua. Nah di sini bahayanya, jika kita mengunjungi link tersebut, dan mengisi data, maka bisa dipastikan tidak lama kemudian akun instagram akan diambil alih.


Keempat, pengirim pesan biasanya menggunakan nomor luar negeri (kode nomor hp bukan +62) dan mengatasnamakan instagram. Jika melalui e-mail, maka e-mail tersebut menggunakan nama instagram pula. Hanya saja ada tambahan di belakangnya, misal instagrammed, instagramcen, dan lain sebagainya.

Tetap tenang

Ketenangan dibutuhkan ketika kita mendapatkan pesan dengan ciri-ciri di atas. Karena dalam beberapa kasus, orang-orang yang 'memakan umpan' phising biasanya sudah panik terlebih dahulu ketika membaca kalimat 'akun anda akan segera ditutup dalam waktu 24 jam'. Sehingga mereka buru-buru mencari solusi, dan memilih solusi tercepat, yaitu mengunjungi link yang diberikan oleh hacker.

Jika kita memiliki planning untuk mengembangkan penggunaan instagram tidak hanya untuk bermedia sosial semata, maka kita juga harus memahami permasalahan dan resiko yang ada. Semoga dengan adanya tulisan ini, pembaca bisa lebih memahami salah satu problem yang akan dihadapi ketika ingin mengembangkan penggunaan instagram.

Semoga bermanfaat, kritik dan saran silahkan isi di kolom komentar.

Admin

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.