Mengenal Leading Line, Garis Imajiner Foto

Leading Line Fotografi

Setiap foto pada umumnya memiliki keindahan tersendiri. Baik dari segi komposisi maupun nilai foto yang terabadikan. Salah satu komposisi yang harus dipelajari oleh phonegrapher adalah komposisi leading line.

Leading line diambil dari Bahasa Inggris. Leading berarti pembimbing, dan line berarti garis. Jika dijabarkan lebih luas, leading line bisa diartikan sebagai garis imajiner dalam foto yang membimbing mata kita untuk melihat foto lebih luas dan mencari objek utama dalam foto (point of image).

Disebut garis imajiner karena pada dasarnya garis-garis tersebut tidak ada. Hanya ilusi, imajinasi manusia semata. Garis imajiner leading line terbentuk secara alami. Seorang phonegrapher harus bisa memanfaatkannya sebagai acuan ketika mengambil foto. Tanpa bantuan garis imajiner, foto yang dihasilkan akan membingungkan orang yang melihat hasilnya.


Leading line tidak hanya terfokus pada garis lurus saja. Bisa saja garis radial atau melengkung seperti garis pantai, rel kereta, dan lain sebagainya. Objek untuk mendapatkan komposisi leading line sangatlah mudah. Bahkan hampir segala hal yang akrab di kehidupan kita bisa dijadikan objek foto dengan komposisi ini, salah satunya pagar, tembok, jalanan.

Tetapi perlu diingat, meski komposisi leading line terkesan menjadi kunci ketika hunting foto, namun phonegrapher juga jangan sampai lupa untuk menerapkan rule of third. Hal ini bertujuan agar foto yang dihasilkan lebih kuat. Leading line juga bisa ditempatkan di berbagai sudut, mulai dari kanan bawah, kiri atas, atau bahkan di tengah foto.

Secara tidak sadar, mata manusia menyukai garis-garis. Memahami leading line, sama saja memahami keinginan mata orang yang ingin melihat foto kita. Sehingga penikmat foto cendrung akan mengeksplorasi foto mengikuti garis-garis imajiner.


Untuk mendapatkan objek yang tepat untuk komposisi leading line, analisis terhadap lingkungan sekitar perlu dilakukan. Selain mencari background yang cocok, pengamatan juga berguna agar ketika hunting tidak asal jepret. Kemudian, hal terpenting adalah mensinkronasikannya dengan ide dan tema.

Jika objek leading line lebih banyak di jalanan, maka keselamatan dan keamanan juga harus diperhatikan. Selain itu, phonegrapher juga tidak boleh ragu-ragu apalagi takut untuk mengeksplore berbagai sudut di tempat hunting.

Semoga bermanfaat.

Admin

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.