Mengenal Arbain Rambey: Fotografi Adalah Proses Berpikir

arbain rambey
Bagi para pecinta fotografi, mungkin sudah tak asing dengan sosok yang bernama Arbain Rambey. Fotografer kondang nasional bahkan internasional itu, telah menorehkan ekspresinya dalam bentuk foto yang banyak disukai orang. Ketertarikan Arbain terhadap fotografi memang sudah terlihat sejak kecil, saat umur 5 tahun ia tertarik dengan album foto dan gemar melihat-lihat album tersebut.

Saat memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP), Arbain mengikuti ekstrakurikuler foto. Awalnya ia hanya ikut-ikutan dan mulai belajar dari kakak kelasnya untuk mencetak foto hitam putih. Bermula dari ikut mencetak foto itu, Arbain mulai menggeluti dan belajar memotret. "Guru fotografi pertama saya namanya Gunawan. Kamera yang digunakan untuk belajar fotografi dulu yaitu kamera analog Ricoh 500 GX, juga milik Gunawan," kata Arbain Rambey.

Ketertarikan terhadap dunia fotografi Arbain berlanjut hingga dirinya duduk di bangku SMA. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan pecinta alam, juga gemar mendaki gunung bersama teman-temannya. Kala itu, Arbain kurang puas dengan hasil jepretan teman-temannya, akhirnya ia yang memotret. Seusai lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) mengambil jurusan Teknik Sipil.

Setelah lulus kuliah tahun 1988, Arbain bekerja di Papua. Sebulan bekerja, ia memutuskan membeli kamera pertamanya yaitu Nikon F-301 dengan lensa 3515 seharga Rp 750.000. Ia ingat betul dulu membeli kamera itu di Niaga Foto Bandung. Selama di Papua, ia bersama teman-temannya gemar jalan-jalan dan semua kegiatan tersebut ia abadikan dalam kameranya. Kemudian hasil fotonya mendapat komentar positif dari seorang wartawan Tempo, “Kamu bukan insinyur, tapi fotografer,” komentar wartawan tersebut.

Arbain kemudian memulai karir sebagai wartawan tulis di harian Kompas pada 1990. Pria kelahiran Semarang, 2 Juli 1961 ini menjadi salah satu contoh jurnalis yang menguasai penulisan dan fotografi sekaligus. Ia banyak belajar ilmu fotografi jurnalistik pada Kartono Ryadi, seorang Redaktur Foto Harian Kompas saat itu. Kartono Ryadi mempunyai julukan KR yang merupakan fotografi kawakan dalam berbagai bidang, seperti human interest, olahraga, budaya, dan lingkungan.

KR sudah banyak menorehkan prestasi dalam dunia fotografi, salah satunya berhasil memenangkan World Press Photo Holland (1974-1978). Karyanya yang fenomenal berjudul "Air Mata Emas". Foto tersebut saat srikandi bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti bergelimang air mata saat meraih medali emas untuk Indonesia adalam Olimpiade Barcelona 1992.

Berkat semangat Arbain dalam mempelajari fotografi, KR kemudian memberi kesempatan kepadanya untuk mempraktikkan ilmu fotografinya di lapangan. Ia ditugaskan memotret acara Sea Games di Manila pada 1991 yang kemudian foto hasil liputan itu dimuat di halaman depan Harian Kompas.

Sepak terjangnya di Harian Kompas, Arbain menjelma menjadi fotografer handal. Ia memiliki segudang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia pernah menjadi Juara Tunggal Festival Seni Internasional Art Summit 1999, memenangkan medali perunggu 2 tahun berturut-turut pada Lomba Salon Foto pada 2006 dan 2007, serta Juara 1 Lomba Foto MURI tahun 2008.

Arbain berhasil menggelar berbagai pameran foto di berbagai daerah, seperti:
1. Ekspresi (tunggal), Medan 2002
2. Kecil (bersama), Medan 2002
3. Mandailing (tunggal), Medan 2002
4. Senyap (tunggal),  Bentara Budaya, Jakarta, 2004
5. Crossing Bridges (bersama), Singapura, 2004
6. Colour of Indonesia (tunggal), Galeri Cahya, Jakarta, 2004
7. Persatoean (bersama), Jakarta, 2005
8. Persatoean (bersama), Melbourne, Australia, 2005
9. Nusantara (berdua dengan Makarios Soekojo), Hotel Aston Jakarta, 2006
10. Olympic in China (bersama) Plaza Indonesia 2007
11. Romance in China (bersama) Senayan City 2008
12. Bromo (bersama) di Bromo (2008)
13. Indonesia in 50 Pictures (tunggal), Kuwait City, Kuwait, 2009

Arbain juga berhasil menerbitkan dua buah buku yaitu Indonesia The Mists Of Time terbit di London, Inggris pada bulan Desember 2005 penerbit Waterous and Co dan Adventure Smartphone Photography. Selain menggeluti fotografi dan dunia tulis menulis, Arbain juga menjadi dosen fotografi di berbagai universitas seperti Universitas Pelita Harapan, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara.

Menanggapi perkembangan zaman yang pesat yang digandrungi teknologi, Arbain berpendapat bahwa saat ini semua orang bisa memotret. Hampir semua orang memiliki kamera saat ini. Bahkan berbagai foto yang diunggah di media sosial pun terkadang lebih bagus daripada hasil wartawan foto. Bagi Arbain, yang terpenting dalam belajar memahami fotografi adalah memperbanyak memotret, banyak melihat koran, dan menganalisis foto-foto yang ada di koran. Sebab fotografer yang baik adalah yang dilalui dengan proses berpikir, bukan asal memotret.

Berikut ini beberapa contoh hasil jepretan Arbain Rambey:

Foto: www.arbainrambey.com


Foto: www.arbainrambey.com

Foto: www.arbainrambey.com

Foto: www.arbainrambey.com

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.