Danau Beko, Spot Foto Landscape Menarik Di Tegal



spot foto landscape danau beko tegal
Danau Beko Tegal

Bagi landscaper, keindahan alam akan menjadi tempat utama yang dicari. Mereka lebih sering mengabadikan momen di pegunungan, wisata alam, dan berbagai objek alami lainnya. Salah satu objek foto menarik bagi landscaper di Kabupaten Tegal adalah Danau Beko.

Danau Beko diambil dari kata backhoe yang artinya alat penggaruk. Nama tersebut diambil karena Danau Beko adalah danau yang terbentuk karena aktivitas pertambangan batu kapur. Karena tanah di kawasan tersebut selalu dikeruk dengan Backhoe dan berbentuk cekung, maka lambat laun jadilah sebuah danau.

Danau yang terletak di Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal ini memiliki 5 danau yang berurutan. Luasnya bervariasi, jika disamakan dengan luas lapangan badminton, maka danau terkecil berukuran 1 kali lapangan badminton (danau ke empat), 1,5 kali (danau ketiga), 2 (danau pertama), 4 kali (danau ke dua), dan 15 kali (danau kelima).

View di Danau Beko juga cukup menarik. Jika musim hujan, area danau akan dipenuhi warna hijau dari tumbuhan. Cocok untuk mereka yang suka dengan moody green. Jika memasuki musim kemarau, danau akan terlihat tandus layaknya Brown Canyon di Semarang. Namun warna air danau akan terlihat lebih hijau dan eksotis.

Persiapkan Alat Tambahan

Selain alat hunting foto seperti tripod, kamera, maupun lensa, sebelum hunting foto di Danau Beko, alangkah baiknya phonegrapher mempersiapkan beberapa perlengkapan tambahan seperti di bawah ini.

1. Masker

Area tersebut adalah pertambangan kapur, maka masker sangat diperlukan. Polusi udara dan bau tidak sedap sudah menyambut ketika memasuki area danau. Karena banyaknya sampah di rute menuju Danau Beko.

2. Topi atau pelindung kepala

Meski phonegrapher hunting saat musim hujan, cuaca panas di Danau Beko tetap terasa. Minimnya bangunan atau warung di sekitar danau membuat siapa yang berkunjung ke sana susah mencari tempat berteduh.

3. Membawa tisu

Banyaknya debu yang berterbangan bisa membuat lensa kotor. Alangkah baiknya phonegrapher membawa tisu untuk membersihkan lensa setelah hunting.

4. Membawa minum

Karena hampir tidak ada penjual, maka lebih baik jika kita berkunjung ke Danau Beko membawa bekal pribadi.

Spot Foto Favorit

Rute menuju Danau Beko cukup rumit. Karena dua rute menuju Danau tersebut akan memberikan opsi banyak jalan. Sehingga bagi pengunjung awal bisa saja tersesat. Namun, ketika sampai di lokasi, mata kita akan dimanjakan dengan hamparan perbukitan dan hijaunya air danau.

Dua danau yang berjejer dan satu danau terluas di Danau Beko menjadi spot favorit bagi pengunjung. Ditambah dengan adanya tebing dari perbukitan akan memberikan efek dramatis.

Selain itu ada area perbukitan yang menampilkan view eksotis. Pengambilan gambar dari atas bukit akan memberikan kesan foto yang lebih luas.

Danau Beko juga memiliki mitos tersendiri dalam pandangan masyarakat sekitar. Konon, Danau Beko terbentuk ketika ada seorang pegawai tambang yang hendak memasang bom untuk meledakkan dinding kapur. Namun nahas, tanah yang ia injak justru amblas dan muncul air dari bawah, kemudian jadilah sebuah danau.

Terlepas dari mitos yang beredar, Danau Beko memiliki nilai keindahan tersendiri. Namun bagi siapapun yang ingin berkunjung ke sana, tetap utamakan keselamatan. Karena aktivitas pertambangan di daerah tersebut masih beroperasi.

Salam phonegraphy!

Di bawah ini beberapa foto yang saya hasilkan saat berkunjung ke Danau Beko.






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.