Belajar Fotografi Bermodal Hp, Bukti Kamera Smartphone Bisa Saingi DSLR


Seiring perkembangan teknologi, vendor smartphone makin gencar memproduksi hp dengan resolusi kamera yang tinggi. Tidak berlebihan, karena sekarang, kamera hp juga bisa menghasilkan foto yang ciamik.

Memiliki kamera sekelas Mirrorless atau DSLR tentu menjadi barang mewah. Dengan kendala tersebut, kadang seseorang lebih memilih memendam keinginannya belajar fotografi, daripada mengeksplor perangkat lain.

Saya sendiri awalnya tidak terlalu menyukai fotografi. Hingga seorang teman memperlihatkan foto hasil jepretan smartphone di grup facebook. Saya terkejut, karena foto yang dihasilkan tidak kalah dengan kamera profesional. Dari situ saya mulai mencari referensi, mulai dari teori, sampai praktik mengambil foto.

Hadirnya phonegraphyindonesia seperti suguhan bahwa foto karya anak bangsa, yang diabadikan hanya dengan kamera smartphone, hasilnya sangat bagus. Meski belum bisa dikatakan lebih bagus dari kamera profesional, tapi foto yang dihasilkan cukup membuat kita terheran-heran.

Berbagai jenis foto mulai dari street photography, macro photography, human intereset, dan lain sebagainya, terekam dengan indah dengan kamera smartphone. Bahkan smartphone yang sudah masuk golongan "kentang" juga masih eksis di sana. Misalnya Xiaomi redmi 6a, Samsung galaxy j5, atau Asus zenfone zoom s.

Rata-rata kamera smartphone yang digunakan beresolusi 13-16MP. Resolusi standar untuk smartphone dengan budget pas-pasan. Hal ini menjadi angin segar bagi orang-orang yang ingin belajar fotografi, namun terkendala peralatan.

Sehingga muncul jargon yang sudah umum di kalangan phonegraphy (sebutan untuk fotografer bermodal smartphone) bahwa "gear bukanlah alasan untuk berhenti berkarya. Apa yang kita punya, itu adalah gear terbaik".

Artinya, sebagai seorang pemula yang ingin mempelajari fotografi, keterbatasan alat baik kamera atau aksesoris pendukung, jangan dijadikan alasan untuk tidak berkarya. Tetapi, kita harus bisa memaksimalkan peralatan yang kita punya, yaitu smartphone.

Kita bisa mempelajari teknik dasar fotografi. Mulai dari angle dan komposisi seperti segitiga exposure. Pengaturan yang cukup rumit karena harus menyeimbangkan antara Shutter speed, ISO, diafragma. Tapi tenang, kebanyakan smartphone, sekarang sudah mendukung fitur kamera manual seperti yang saya sebutkan di atas. Jadi nanti kalo megang kamera profesional, kita nggak malu-maluin karena bingung settingannya gimana.

Kamera smartphone juga menjadi daya saing antarvendor. Tidak puas dengan resolusi kamera 16MP, kini banyak smartphone yang menghadirkan kamera dengan resolusi 32MP sampai 108MP. Woww!!! Muka auto glowing nih.

Bukan hanya resolusinya saja yang ditambahkan, tapi jumlah kameranya pun juga ikut ditambahkan. Mulai dari dual camera, triple camera, sampai quad camera. Lama-lama body belakang smartphone penuh dengan kamera.

Penambahan jumlah kamera tersebut bukan tanpa alasan. Maraknya penggemar phonegraphy, membuat vendor smartphone terus mengembangkan produknya. Mereka menyesuaikan fitur kamera sesuai dengan kebutuhan pasar. Maka dibuat banyak kamera dengan fungsi sensor yang berbeda-beda.

Misalnya sensor kamera khusus foto macro, wide, portrait. Sehingga hasil foto yang diambil juga semakin tajam dan keren. Sekilas info nih, pada awalnya, penemuan kamera smartphone hanya untuk mengirim foto bayi loh.

Dia adalah Philipe Kahn, orang Paris yang ingin berbagi kebahagiaan dengan keluarganya yang lain karena ia telah dikaruniai seorang anak. Ia awalnya menggunakan kamera digital Casio QV-10, ponsel Motorola StarTAC, dan laptop untuk menangkap gambar pada tahun 1997. Karyanya masuk dalam 100 foto paling berpengaruh sepanjang masa menurut majalah TIME.

Kehadiran kamera smartphone, dan karya-karya phonegraphy juga sudah mulai diakui. Hal ini terbukti dengan banyaknya penyelenggara lomba foto dengan memperbolehkan fotografer mengambil gambar hanya dengan smartphone.

Udah saatnya kita sebagai generasi milenial yang serba bisa, harus bisa memaksimalkan apapun yang ada di sekitar kita. Salah satunya smartphone, agar tak melulu digunakan untuk bermain game atau stalking mantan, ayo manfaatkan kamera smartphone kamu untuk belajar fotografi.

Admin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.