Memotret Milky Way & Star Trail Pakai Smartphone

Keindahan malam hari tentu bisa memikat siapa saja. Terlebih jika cuaca cerah dan banyak bintang di langit sana. Jika phonegrapher ingin mengabadikan momen tersebut, memotret milky way & star trail bisa jadi solusinya.

Secara teknis keduanya hampir sama, perbedaannya yaitu jika star trail adalah memotret pergerakan bintang, sedangkan milky way adalah bima sakti. Kedua jenis foto ini masuk ke dalam astrophotography. Tentunya milky way dan star trail cukup menantang untuk dicoba. Sebelum hunting, perhatikan poin-poin berikut.

1. Smartphone harus support manual mode

Karena mengandalkan long exposure, maka hunting foto milky way & star trail memerlukan fungsi shutter speed. Maka dari itu, smartphone kita harus support full mode manual, meliputi shutter speed, ISO, aperture dan lain sebagainya.

Baca juga: Still Life Photography, Menghidupkan yang Mati

2. Gunakan alat tambahan

Peralatan tambahan sangat diperlukan ketika hunting milky way & star trail, khususnya tripod. Tripod akan berfungsi menjaga kestabilan kamera, sehingga foto yang dihasilkan tidak blur akibat tremor.

3. Cari tempat yang luas

Usahakan tempat terhindar dari subjek lain seperti pohon, kabel dan lain sebagainya. Maka dari itu, tempat yang luas seperti lapangan, sabana, persawahan, pegunungan, sangat cocok untuk hunting foto milky way dan star trail.

4. Gunakan aplikasi tambahan

Milky way dan star trail membutuhkan kondisi langit yang cerah dan tidak berawan. Untuk menemukan posisi milky way, phonegrapher bisa menggunakan aplikasi Stellarium, Star Tracker, dan Star Walk 2.

Baca juga: Menghidupkan Keindahan Malam dengan Night Shot Photography

5. Setting manual camera

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah pengaturan manual kamera. Phonegrapher bisa mencoba pengaturan ISO 200-1600 dan Shutter speed 15-30 detik. Tetapi jangan jadikan pengaturan ini sebagai pengaturan baku, karena kondisi cahaya yang berbeda membutuhkan pengaturan kamera yang berbeda pula.

Jika dibandingkan kamera profesional, tentu kamera smartphone memiliki banyak kekurangan. Salah satunya pengaturan aperture yang otomatis. Alhasil, saat hunting astrophotography, kita tidak bisa mengatur aperture secara manual. Phonegrapher bisa menerapkan cara di atas berulang-ulang. Jika dirasa kurang, carilah referensi lainnya.

Admin.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.