Curug Penganten dan Keindahan Alam yang Tersembunyi

Jika kita mendengar kata Tegal, maka yang terlintas pertama kali di pikiran kita adalah logat bicara yang khas, yakni ngapak. Tapi, taukah Phonegrapher bahwa Tegal juga dikenal dengan wisata alamnya yang eksotik?

Salah satu wisata alam yang indah adalah Curug Penganten. Curug ini terletak di bawah kaki Gunung Slamet, tepatnya di Dukuh Bandarsari, Desa Bumijawa, Kabupaten Tegal. Jika dari pusat Kota Tegal, jaraknya 40 km dengan perkiraan waktu sekitar 1.5 jam.

Letaknya yang tersembunyi, membuat lingkungan sekitar Curug Penganten tetap terjaga. Area persawahan yang luas, pohon besar, air yang jernih serta beberapa burung, seperti menggambarkan bahwa alam di situ masih terjaga keasriannya.

Baca juga: Mengunjungi Borobudur di Tengah Pandemi

Jika ingin ke sana, phonegrapher harus menuruni melakukan tracking sekitar 500 meter. Menuruni perbukitan dan melewati sawah serta perkebunan. Bagi yang biasa mendaki gunung ini bukanlah masalah yang serius. Tapi usahakan tetap membawa minum, karena cukup menguras tenaga.

Jalan menuju Curug Penganten juga cukup terjal, sehingga harus ekstra hati-hati. Beberapa akar dan batang pohon bisa dijadikan pegangan saat menuruni atau mendaki bukit tersebut.

Sebelum sampai di Curug, kita akan disuguhi pemandangan yang eksotik. Hamparan sawah yang luas dengan sistem terasering, jalanan desa serta beberapa kendaraan, terlihat lebih indah dari jalan menuju Curug Penganten.

Apalagi jika phonegrapher mengunjunginya di pagi hari. Sinar matahari yang perlahan keluar memberi warna yang cantik pada padi di sawah. Jika beruntung, phonegrapher akan mendapatkan momen Ray oh Light. View di sini benar-benar memanjakan mata.

Baca juga: Berkunjung ke Waduk Jatibarang dan Goa Kreo, Wisata Favorit di Kota Semarang

Ketika sampai di bawah, rasa lelah melakukan tracking akan terbayarkan. Phonegrapher akan disuguhi pemandangan dua air terjun atau curug yang berdampingan.

Ini lah Curug Penganten. Memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan satu curug terlihat lebih besar, dan satunya lagi lebih kecil. Curug tersebut disekat oleh bebatuan pada tebing yang cukup besar.

Rerumputan serta beberapa jenis tumbuhan tampak subur menempel di tebing tersebut. Di samping curug terdapat beberapa pohon besar serta pohon bambu. Sedangkan di atas curug terdapat hamparan sawah yang luas.

Di bawahnya mengalir sungai yang cukup deras. Phonegrapher yang hendak hunting foto di sana tentu harus ekstra hati-hati. Di bawah curug juga terdapat sawah, namun tidak terlalu luas. Hal yang paling mengasikan yaitu suara-suara alam yang menenangkan.

Baca juga: Danau Beko, Spot Foto Landscape Menarik di Tegal

Curug Penganten pernah menjadi wisata di Tegal yang populer. Namun sekarang, Curug Penganten nampaknya sudah jarang dikunjungi wisatawan. Hal ini terlihat dari tidak adanya banner tentang peraturan, tarif, parkir dan sejenisnya. Padahal, dulu hal-hal tersebut terdapat di jalur tracking menuju curug.

Terkait sejarah Curug Penganten juga tidak ada literatur yang Mimin temukan, setidaknya sampai tulisan ini dibuat. Padahal masih banyak hal yang menarik untuk diulas. Seperti kenapa dinamakan Curug Penganten, adakah legenda masyarakat sekitar, dan lain sebagainya.

Terlepas dari itu semua, semoga tulisan ini mampu mengobati sedikit rasa rindu kita terhadap pesona alam Indonesia di tengah pandemi seperti ini.

Admin.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.